Header Serambi Naqiibah

Adab dan Tips Meminjam Buku Original

17 comments
Konten [Tampil]

Halo, adakah dari kalian yang jarang membaca karena kesulitan akses mendapatkan buku? Lalu menjadikan alasan tersebut untuk menikmati buku bajakan? Hilih! Sudah kuperingatkan, mari stop buku bajakan!

Salah satu cara menikmati buku original selain membeli adalah meminjam. Meminjam bisa ke teman atau ke perpustakaan. Nah, kali ini aku akan menuliskan sederet etika yang harus dimiliki peminjam saat meminjam buku orang lain. Simak ya!

7 Etika Meminjam Buku Fisik Milik Orang Lain

Dalam KBBI sendiri meminjam artinya memakai barang milik orang lain untuk waktu tertentu. Namanya meminjam barang orang lain itu kan berarti diberi amanah untuk menjaganya. 

Buku yang kita kenal sekarang ada dua jenisnya, buku fisik dan buku digital atau yang lebih dikenal dengan e-book. Kali ini aku ndak mau membandingkan buku fisik atau digital karena bagiku, dua-duanya sangat membantuku untuk menikmati hobiku membaca buku.

Nah, berikut etika dalam meminjam buku fisik versi Naqiibah. Simak sampai akhir ya :)

1. Tidak Melipat Buku

Dear my bestie, gerak dikit nyari apa gitu buat jadi penanda halaman bisa kan? Bukannya kamu orangnya rajin? Kartu, kertas, tisu, penggaris, apapun bisa loh jadi pembatas buku!

Selagi bersih dan nggak merusak buku, bisa digunakan. Bahkan tak jarang aku sendiri menggunakan struk belanja atau pita sebagai pembatas buku kalau memang di buku tersebut nggak ada pembatas bukunya.

Kalaupun pada buku yang sudah dipinjam sudah ada lipatan buku, jangan nambahin lipatan ya. Please!

2. Tidak Menyentuh Buku dalam Keadaan Kotor  atau Mencoret 

Dimohon dengan hormat, Hai Bestie! Kalau usai makan, cuci tangan, keringkan, baru deh kamu bisa sentuh buku. Aku yakin kamu pintar, bisa bedain mana lap tangan mana buku. Gak mungkin juga kan tangan berminyak atau basah langsung sentuh buku?

Menyentuh buku dalam keadaan kotor saja jangan yaa. Apalagi mencoret-coret isinya. Ya ampuun, itu buku pinjaman, milik orang lain. Jangan berlaku seolah buku itu milikmu deh. 

Jadi ingat sampul novel Dilan milikku jadi lecek banget. Setelah kembali entah berapa tahun, jadi disampul mika sih, tapi yah sudahlah. Yang penting sudah balik TT

3. Tidak meletakkan sembarangan

Tolong bestie kalau kamu ngantuk, taruh dulu bukunya di meja, daripada bukunya kucel tertindih tidur. Iya kalau cuma tertindih, kalau kebentuk 'pulau buatan' gimana dong? Kamu gak setega itu kan?

4. Tidak meminjamkan kepada orang lain tanpa izin

Etika berikutnya tolong diingat lagi, buku itu punya siapa, kalau mau minjemin ke orang, izin dulu bisa kan ya? Bisa dong, kamu kan tahu sopan santun.

Pengalaman nih, salah satu bukuku ada yang dipinjam seseorang. Terus dengan santainya si orang tersebut pas kutanya kondisi bukuku mengatakan masih dibawa temennya. 

Hei! Itu buku siapa yha! Temennya belum bilang ke aku kalau bukuku dipinjam. Udah firasat nggak enak. Ya benar, sampai sekarang belum kembali ke tanganku.

5. Membaca Buku yang Dipinjam

Ya apa gunanya kalian meminjam tanpa membacanya? Ya, silakan sih kalau mau pinjam cuma buat bergaya dengan buku yang dipinjam, hanya sebagai aksesoris. Itu hak kalian. 

Tapi peminjam seperti diriku biasanya lebih bahagia kalau buku yang dipinjamkan itu beneran dibaca lalu diajak diskusi. Wah, mengasyikkan sekali tuh.

6. Tidak Menjadikannya sebagai Hak Milik Pribadi

Yang terakhir ini paling krusial alias wajib mengembalikan sesuai kesepakatan. Nah ini poin paling penting, mengembalikan buku. 

Tepat waktunya dan kondisi buku sama seperti kondisi awal meminjam. Kalau ada pembatas bukunya, ya tolong pembatas bukunya juga dikembalikan. Kalau bersampul mika, ya jangan diusik sampulnya. Percaya deh, kamu bakal disayang dan dipinjemin buku terus.

Tidak kemudian pura-pura lupa terus-menerus saat harus mengembalikan bukunya yhaa. Etapi semuanya balik lagi ke pribadi si peminjam si ya. Huft. *tarik napas, keluarkan.

Sekalipun syarat/adab meminjam buku itu di diselipkan/ditulis di buku itu, kalau dia tidak bisa menghargai barang/milik orang lain, semuanya ini memang percuma sih, nggak akan mempan. 

Apalagi urusan buku ya, masih banyak orang yang melihat buku dengan sebelah mata, menganggap buku sebagai benda tak begitu berarti. Malah cuma bikin lelah hati kita ya, hehee

7. Ucapkan Terima Kasih

Plis ya, Bestie. Saat mengembalikan jangan lupa untuk sekadar mengatakan ucapan terima kasih. Orang yang meminjam pasti bahagia karena sudah merasa meminjamkan buku kepada orang yang tepat.

Bagaimana, Teman-teman? Sudah paham adab meminjam buku? Sebenarnya berlaku juga untuk barang yang lainnya ya. 

Pada umumnya, jaga, kembalikan dan ucapkan terima kasih.

7 Etika Meminjam Buku Fisik Milik Orang Lain

List Buku Fisik Milik Naqi yang Belum Dikembalikan Teman

Dear teman-temanku yang sampai saat ini masih membawa bukuku. Tolong kembalikan buku-buku milikku berikut ini ya. 

Halah, kan cuma buku? Kamu sering dapat giveaway juga kan? Sedekahin bukunya aja napa sik?

Sebentar. *tarik napas pelan-pelan. Begini nih, mental kaum gratisan! *pakai nada ngegas.

1. Laut Bercerita - Leila S. Chudori

Ini buku yang paling kuingat belum dikembalikan soalnya buku paling memorable. Pulang hujan-hujanan usai ikut sesi nonton bareng film dan minta ttd penulis di kampus tetangga semasa ruwet ngelab dulu. 

Mau direlakan tapi susaaah! Aku belum selesai bacanya euy! Belinya dulu cuma diskon kecil dan pinjem pakai uang beasiswa :3. 

2. Santri dan Kiai Petani - Ali Antoni

Salah satu buku kesayangan juga. Sudah tamat sih, cuma kalau sudah buku kesayangan ini susah melepas. 

3. Khadijah - Sibel Eraslan 

Salah satu novel seri Wanita Penghuni Surga yang kudapat, tapi belum terbaca.

4. Maryam - Sibel Eraslan

Sama seperti buku sebelumnya. Seri buku Sibel yang kudapatkan dengan harga sangat murah, huhu.

Kalau mengingatnya ingin nangis dan menyesal, kenapa dipamerin kalau dapat novel original dan murah. Aku belum membacanya euy!

5. Jodoh - Fahd Pahdepie

Buku hasil giveaway yang bisa dipamerkan. Setelah sekian lama berpisah, Jodohku kembali. Begitulah kira-kira.

Dan mungkin ada beberapa buku lainnya yang aku sudah lupa atau aku tahu dibawa temanku tapi karena sudah ada kabar tidak aku catat disini.

Hei, Teman, kalau kamu tidak mau membeli buku original dengan alasan mahal, kemudian meminjam dari seseorang. Percayalah, seseorang tersebut juga membelinya pakai dengan uang bukan dengan dedaunan, termasuk diriku.

Atau paling tidak, kabari segera kondisi bukuku ini bagaimana ya? Kalau sudah hilang barangkali aku belajar untuk menerima, tidak berharap untuk kembali atau mungkin nanti bisa beli yang baru *meski susah.

Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

17 comments

  1. Km nyentil aku deh... hehehe aku jadi inget sm buku yg dipinjamkan kakakku. Belum aku baca2 sampai skg. Nampaknya harus segera dikembalikan nih biar sesuai adabnya.
    Banyak jg buku yg blm dikembalikan mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa, ampun Kak. Aku nggak nyentil deh, cuma pengen nonjok aja. Yuk dibaca dan dikembalikan :D

      Delete
  2. Diriku juga termasuk yang tak nyaman kalau buku jadi lecek dan terlipat, kakak. Semoga buku-buku yang belum kembali, tergantikan dengan rezeki tak terduga atau pahala berlipat ya, kak

    ReplyDelete
  3. duh teganya itu yang minjem
    Pemiliknya belum baca kok tega minjem sih?
    Saya termasuk pelit Mbak, gak boleh pinjem kalo saya belum baca
    hehehe, daripada kesel ngelihat bekas baca orang lain
    konsekuensinya, saya juga gak mau minjem
    terlebih buku baru yang pemiliknya belum baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuu, iyaa, Mbaak. Kesalahanku sendiri sih, terlalu baik meminjamkan buku :3

      Delete
  4. Sangat setuju dengan semua daftar etika meminjam buku di artikel ini. Intinya harus kita baca, rawat, kembalikan dan ucapkan terima kasih.

    Walau sekarang ada satu buku yang masih belum Teddy kembalikan sih hehe. Tapi sudah selesai dibaca, judulnya "Robohnya Dakwah Di tangan Da'i".

    Pernah Baca Kak?

    ReplyDelete
  5. Yang namanya meminjam itu ya ... harus dibaca dan dirawat sebai mungkin, itulah etika ketika kita meminjam buku

    ReplyDelete
  6. Nah ini yang kadang udah dipinjamkan eh malah dipinjemin lagi ke yang lain. Jadinya pas mau nagih bukunya beribet.

    ReplyDelete
  7. Wah bener nih, saya ada buku yang dipinjem temen sudah lebih 6 tahunan mungkin belum di balik2in..

    ReplyDelete
  8. Adab meminjam buku memang perlu ya disimak, dahulu meminjam buku saat kuliah sangat membantu apalagi perpustakaan kampus mensupport mahasiswa.

    ReplyDelete
  9. Setuju dengan poinnyam ada adab dan tips meminjam buku , jadi ya tolong deh Bestie...simak artikel ini hihihi
    Btw, dulu saat saya ((muda)) juga begini, kezel buku enggak balik padahal judulnya pinjam. Tapi kini, saya malah berbagi kalau ada yang pengin baca. Enggak balik enggak apa-apa, karena saya sudah baca juga. Lebih lega sih karena buku jadi berguna ada lainnya yang juga baca:)

    ReplyDelete
  10. Aku pernah minjamin buku ke teman. Baru beberapa hari, udah kutagih terus, karena kepikiran, bakal kenapa-napa.

    ReplyDelete
  11. Sering banget buku dipinjam tapi yg minjam lupa balikin. Sedih huhu. Kadang, ada yg ngelipet atau coret2 bukunya. Kadang suka sebel. Dari bukunya banyak jadi sedikit di rak. Walaupun udah dibaca tapi kan sesekali pengen juga baca bukunya lagi. Semoga kaum2 meminjam tapi melupakan etika segera sadar hehe.

    ReplyDelete
  12. Bener banget nih. Pernah waktu itu teman saya dipinjam bukunya oleh temannya sendiri. Pas ditagih, eh dia malah minjemin ke orang lain tanpa sepengetahuan teman saya. Uuuh marah sejadi-jadinya, pertemanannya mereka pun jadi rusak. Sebab itulah memang penting jaga amanah

    ReplyDelete
  13. Wah betul banget, harusnya bisa menjaga amanah pinjam buku orang ya, harus dijaga dan pastinya dikembalikan. Siip Kak tipsnya, semoga buku-buku yang dipinjeminnya segera dikembaliin, yang minjem bukunya harus baca nih! :D

    ReplyDelete
  14. Aku juga belum baca Khadijah ini Qii hikss, ayo ditamatin wkwkwk. Btw jadi inget aku blm balikin bukunya mba Fathia >.< blm kelar pulak bacanyaaa

    ReplyDelete

Post a Comment