Header Serambi Naqiibah

Tips Mengejar Ketinggalan Kereta Api ala Naqiibah

25 comments
Konten [Tampil]

Kalau kamu ada di kondisi yang sudah pasti ketinggalan kereta, apa yang akan kamu lakukan? Berdiam diri tak ada hiburan? Jika kau merasakan kesepian, datang kemari kita senang-senang! Semua berdiri, waktunya beraksi! (yang baca sambil nyanyi, kita sama-sama suka lagunya Kotak, euy!)

Oke, serius saya tanya kepada kalian semua, apa yang akan kamu lakukan saat mengalami ketinggalan kereta?

  1. Pasrah, tidak jadi berangkat karena acara tidak penting
  2. Beli tiket baru dengan jadwal lain karena masih ada waktu 
  3. Ganti naik kendaraan lain karena waktunya mepet
  4. Kejar kereta

Kalau kamu mau memilih nomor 4, atau mau baca pengalamanku yang seru saat mengejar kereta dari Malang hingga ke Surabaya, silakan baca sampai habis ya :D

Tips Mengejar Ketinggalan Kereta Api

Pengalaman Ketinggalan Kereta

Entahlah, sepertinya saya terlampau sering mengalami ketinggalan kendaraan satu ini. Kereta api adalah kendaraan yang paling disiplin, tepat waktu dan tak peduli siapa pun yang belum masuk atau ketinggalan. 

Dan darah mepet deadline mengalir deras ke dalam tubuhku, hehe. Sukaaa banget sama yang mepet waktu. Mengerjakan tugas ya mepet tenggat waktu, begitu pula dengan naik kereta api. Nggak baik sih, tapi gimana ya? Dah jadi hobi kayaknya :D.

Berikut pengalaman ketinggalan kereta yang sangat berkesan bagi saya pribadi.

1. Pengalaman Ketinggalan Kereta di Stasiun Senen

Ini adalah kali pertama saya ketinggalan kereta saat usai mengikuti acara di Jakarta, pada tahun 2016 atau 2017 silam ya, saya hampir lupa:D.

Saat itu, saya menginap di tempat teman. Sialnya adalah saya dan temanku itu ketiduran. Bangun-bangun mepet jam berangkat kereta sore atau siang itu.

Alhasil sampai di Stasiun Senen, kereta sudah berangkat 2 menit yang lalu, wassalam. Balik lagi ke tempat teman, buat cek tiket yang lain.

Masih baru dan nggak tahu mau ngapain sih. Dan karena besok siang ada progress report tesis bersama dosen pembimbing di kampus pahlawan, maka dengan pasrah, mau nggak mau adalah beli tiket pesawat. Huhuu.

2. Pengalaman Ketinggalan Kereta di Stasiun Malang

Ini adalah pengalaman terbaru saya yang sangat seru dan tentu saja mendebarkan. Berasa main kejar-kejaran seperti di film Fast and Furious, haha. 

Ceritanya, saya mau berangkat ke Jakarta, naik kereta Jayabaya dari Stasiun Malang yang nantinya akan turun di Stasiun Pasar Senen. Kereta berangkat dari Stasiun Malang adalah pukul 11.50 WIB.

Entah bagaimana bisa, yang ada di dalam pikiran saya, kereta itu akan berangkat pukul 12.15. Nah, saya berniat salat Jamak Dhuhur dan Asar dulu di kosan, baru berangkat.

Tiba waktu Dhuhur pukul 11.39 WIB, saya langsung menunaikan salat Jamak. Usai salat, langsung order ojek online. 

Sambil menunggu ojek online datang, saya mau print boarding pass di aplikasi KAI. Saat itulah saya mulai panik karena tahu kereta berangkat 11.50.

Meskipun waktu tempuh dari kosan ke stasiun adalah sekitar 13-17 menit, yang sudah pasti terlambat, tetap sudahlah saya naik ojek dulu. Saat itu saya masih positif thinking bisa sampai di stasiun, at least ada delay kereta berangkat.

Saya melupakan faktor kemacetan yang ada di Malang saat akhir pekan, haha. Pukul 11.50 saya masih terjebak kemacetan jalan raya dan membuat makin panik. Akhirnya, saya bilang ke driver untuk mengganti tujuan ke Terminal Arjosari.

"Tinggal diganti saja di aplikasi, Mbak!" jawab beliau. Saat itu saya masih belum tahu stasiun pemberhentian kereta yang saya naiki di mana saja. Yang penting ngejar buat naik bus ke Arjosari

Setelah mengganti tujuan ke Terminal Arjosari, saya langsung mengecek stasiun mana saja yang menjadi pemberhentian kereta Jayabaya.

Ada pilihan stasiun Sidoarjo, Gubeng dan Pasar Turi untuk area Sidoarjo-Surabaya. Akan tetapi saya memilih jarak paling aman adalah ke Pasar Turi.

Tips Mengejar Ketertinggalan Kereta ala Naqiibah

Dari pengalaman keberhasilan mengejar kereta hingga ke Surabaya, Naqi mau kasih tips untuk kalian yang mungkin berguna saat kalian mengalami hal serupa.

1. Bersikap Tenang, Rileks dan Putar Akal

Tetap tenang. Panik memang berlaku saat itu, tapi coba melakukan teknik pernapasan untuk mindfullnes, tarik napas, tahan, keluarkan.

2. Cek Stasiun Pemberhentian Kereta Selanjutnya

Segera cek rute kereta. Berhenti di stasiun mana saja kereta yang akan dinaiki tersebut.

3. Perkirakan Waktu untuk Tiba di Stasiun Selanjutnya

Ini yang lebih penting. Estimasikan waktu tempuh dari posisi kalian tertinggal itu hingga ke stasiun tujuan untuk mengejar kereta. 

Karena saat itu kereta Jayabaya yang paling bisa dikejar adalah saat di Stasiun Pasar Turi, dengan rentang waktu hampir 3 jam. Oleh karena itu, saya memilih mengejar hingga Stasiun Pasar Turi.

Dengan asumsi dan estimasi naik bis patas satu jam, dilanjut gojek dari Bungurasih ke Stasiun Pasar Turi. Estimasi bis ngetem atau macet maksimal 1,5 jam dan menunggu gojek serta kemacetan 

4. Banyak Berdoa

Ini adalah yang saya lakukan secara otomatis. Merapal doa selama perjalanan mengejar kereta! Haha. 

Yang biasanya di kendaraan, entah kenapa saya selalu terlelap, saat itu tidak merasa ngantuk sama sekali. 

5. Tetap Tenang

Ini yang tak kalah penting. Nggak usah panik. Sing tenang, tapi denyut jantungku berdebar~

6. Pastikan Ada Sambungan Internet

Selama mengecek jadwal pemberhentian kereta selanjutnya dan usaha untuk mengejar (ojek online), tentu saja pastikan gawai kalian tersambung jaringan internet TT. Untung saja waktu itu baru saja saya membeli paketan internet, jadi sat set bisa ubah tujuan gojek dan order cep. 

Bayangkan saja pas kita sudah tak punya sambungan internet. Ya sudah pasrah dan babay saja ditinggal kereta, tak bisa mengejar kereta api.

6 Tips Mengejar Ketinggalan Kereta Api ala Naqiibah

Penutup

Oke, saya menulis ini bukan ngajarin untuk telat naik kereta api yaa :D. Akan tetapi cuma mau berbagi  tips untuk mengejar kereta api yang sudah jalan. Selain itu, banyak yang belum tahu bahwa bisa kok check in di stasiun pemberhentian selanjutnya.

Nah, kalau kalian ada di posisi ketinggalan kereta, bisa nih lakukan tips ini ya. Atau kalian ada tips lain? Share di kolom komentar ya

Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)
Newest Older

Related Posts

25 comments

  1. Aku yang baca aja merasa deg-degan apalagi yg ngalamin sendiri, nggak kebayang tuh gimana olahraga jantung,wkwk.. jadi kalau mau berangkat apalagi perjalanan jauh, wajob double check biar nggak ada yg kelupaan atau salah lihat jadwal. Tapi, salut nih sama sikap tenangnya hihihi

    ReplyDelete
  2. 7. Pastikan isi dompet aman atau e-wallet terjaga, karena buat nguber² kereta tentunya membutuhkan hepeng hehe.
    Kalau panikan mungkin diawal normal terjadi ya, tapi kudu gercep cari akal.

    ReplyDelete
  3. Kebayang sih gimana harus tenang padahal lagi panik banget. Dan ngejar kereta dari Malang ke Pasar Turi tuh bikin deg-deg an banget. Karena kadang kala tu cepetan kereta nggak sih daripada angkutan darat lainnya. Hehehe

    ReplyDelete
  4. udah paling rusuh ya kalau ketinggalan kendaraan umum jarak jauh kaya kereta api sama pesawat nih, hihi.. karena mereka pasti tepat waktu, jadi kalau aku mending datang kecepetan daripada kudu buru-buru hehe

    ReplyDelete
  5. Tips unik nih, Mbak heuheu. Pengalaman saya naik kereta (CL) waktu kerja dulu, ngincer tempat duduk atau paling banter, bisa keangkut dulu aja. Jadi sebelum CL sampai Sudirman, saya naik CL dulu ke Karet atau Tanah Abang. Jadi nggak ikut rebutan di Sudirman.

    ReplyDelete
  6. Tipsnya masuk akal juga. Kalau harga ongkos ngejar tak lebih besar dari harga tiket, okelah kalau sampai terjadi ketinggalan kereta bisa dicoba ya... Yang pasti kudu sedia cash dan internet lancar ya

    ReplyDelete
  7. Hehe, aku pernah sekali ketinggalan kereta
    Solusinya ya beli tiket lagi, haha
    Setelah itu benaran berusaha biar g ketinggalan kereta lagi

    ReplyDelete
  8. Terima kasih tipsnya, Mbak. Emang yang paling penting itu tenang. Ini yang susah soalnya biasane langsung panik aja gitu.

    ReplyDelete
  9. Bersikap tenang memang point dasar ketika ada masalah. kalau malah panik, pasti pikiran tidak bisa fokus dalam mengambil keputusan yang terbaik.

    ReplyDelete
  10. Blm pernah sih ketinggalan kereta yang ada waktu buat cek antigen nggak cukup waktu jd tiket direfund. Seru ya ceritanya mba .

    ReplyDelete
  11. duuh.. aku ngga pernah sih mba ketinggalan kereta, justru lebih parah yakni ketinggalan pesawat wkwk boncos banget dah waktu itu. tapi ya jadi pengalaman berharga siih

    ReplyDelete
  12. Saya paling takut kalau ketinggalan angkutan, apalagi disaat yang memang saya harus berangkat dan tidak ada kendaraan lain. Kangen naik kereta....Denpasar tidak ada stasiun hiks.... jadinya sering memanfaatkan transportasi udara, disinilah yang sering bikin was2 karena gojek atau grab yang terjebak macet...samalah rasanya dengan ketinggalan kereta hahaha...

    ReplyDelete
  13. lumayan juga ya mengejar keterlambatan kereta. untung masih bisa masuk kereta. PAsti perasaannya beneran deg deg an dan terasa ngga nyaman banget tapi untung masih bisa dikejar dan berhasil naek keretanya ya kak. aman deh

    ReplyDelete
  14. Jadi inget pas Juni kemaren ke Surabaya, temenku ketinggalan Jayabaya hahaha, rencana mau nyusul ke Lawang tapi nggak dapet. Emang semua itu kudu disiapin yaaa

    ReplyDelete
  15. Membacanya bikin deg-degan dan ngos-ngosan mb. Memang hal paling utama itu tetap tenang itu adalah kunci.

    Tenang kita bisa berfikir langkah berikutnya, wah mb kalau di Jepang bisa ketinggalan terus dunk scr disana tu ontime banget kretanya, brenti jg cuma bentar lgs brkt lagi.

    ReplyDelete
  16. Sepertinya aku punya 1 pengalaman hampir ketinggalan kereta mbak, itu udah di detik2 terakhir sebelum kereta berangkat menuju Surabaya kalau nggak salah. Karena jarak tempuh dari rumah ke stasiun juga cukup jauh. Tapi karena masih pagi, jadi bisa ngebut. Walau hampir ketinggalan kereta T_T. Kukira hanya aku yang ketinggalan kereta, tapi ternyata temenku di belakangku begitu aku ngantri untuk kasih liat tiketnya
    Dah kapok banget euyy
    BTw makasih sharingnya ya mbak

    ReplyDelete
  17. Terus akhirnya gimana dong cerita ngejar KA sampe pasar turi nya? Happy ending kan?
    Duh, saya yang baca aja ikut deg-degan, apalagi yang ngalamin...

    ReplyDelete
  18. luar biasa mba Naqibah kejar-kejaran sama kereta. Memang susah diprediksi kalau tinggal atau melewati titik-titik kemacetan, memang kudu kasih rentang waktu sekian jam untuk bisa mengejar titik selanjutnya
    kalau aku kayaknya pernah ditinggal kereta karena bangunnya kesiangan. Akhirnya beli tiket lagi untuk keberangkatan jam berikutnya
    kalau nggak diburu waktu mungkin bakalan extend aja, tapi kalau diburu waktu mau ga mau kudu nyari alternatif lain

    ReplyDelete
  19. Nah, tenang dan rileks bisa menjadi salah satu hal yang harus dibangun dan dikuatkan dalam diri. Kalau ketinggalan memang ada beberapa yang bisa dilakukan seperti mengejar ke stasiun kereta ai di daerah mereka.

    ReplyDelete
  20. Aku juga pernah naik kereta dan telat sedih uey mana aku harus beli tiket lagi yg baru hika mihil.

    Sedih tapi jadi pengalaman berharga pernah juga ketinggala kereta dan akhirnya ambil tiket kereta jadqal berikutnya.untung bener ada jaringan inet yg bagus jadi bisa sat set

    ReplyDelete
  21. Suami saya kalau ketinggalan kereta langsung naik bus jika mendesak
    Kalau bisa ditunda, langsung beli tiket kereta selanjutnya yang bisa jadi berangkat keesokan harinya

    ReplyDelete
  22. Kereeen banget, kak Naqii..
    Aku jadi terinspirasi dengan artikel tips mengejar kereta. Hehhe, bener juga yaa.. Kalau gak panik, tetap tenang dan berdoa, maka bismillah.. masalah bisa teratasi dengan kepala dingin.

    ReplyDelete
  23. alhamdulillah baru di tahap suka hampir ketinggalan. menguras energi banget ngejar kereta

    ReplyDelete
  24. Jdi keinget dlu pernah kejadian juga salah inget jam brgkt, padahal aku nih tipe orang teliti bgt. Jam 22 tpi dipikiran waktu itu brgkt jam 11 malem. Udah brgkt awal bgt krna ujan, pas otw stasiun bru sadar klo salah jam. Ngebut2an deh tpi ga keburu jga pas sampe stasiun kereta baru aja jalan, huhuhu. Next klo telat lgi coba pake cara kak naqi aah. Tpi harapannya jga ga mau sampe telat lgi sih, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, dengan catatan terhubung dengan inet ya mbak karena sekarag KAI sudah ada aplikasinya hehee

      Delete

Post a Comment