Header Serambi Naqiibah

Mengenal Rhum dan Hukumnya Menurut Islam

1 comment
Konten [Tampil]

Rhum, disebut juga sari rhum merupakan bahan khusus yang banyak digunakan orang saat membuat kue dan minuman di seluruh dunia. 

Agama Islam memiliki pedoman dan aturan yang jelas mengenai konsumsi minuman beralkohol. Dalam tulisan ini, kita akan membahas hukum rhum dalam perspektif agama Islam.

Nah, sebenarnya apa sih Rhum itu? Dan bagaimana hukumnya dalam agama Islam? Simak artikel berikut ya :)

Apa itu Rhum dan Hukumnya Menurut Islam


Mengenal Rhum

Apa sih Rhum ini? Rhum ini merupakan topik yang sering dibicarakan dalam kaitannya dengan hukum Islam. Tentu saja tiap agama akan memiliki aturannya masing-masing.

Rhum adalah salah satu jenis minuman beralkohol yang diperoleh dari distilasi produk fermentasi, seperti molase atau sari tebu. Yang perlu kalian ingat yaitu minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol (alkohol), yang dapat menyebabkan efek mabuk dan merugikan kesehatan serta perilaku seseorang.

Hukum Minum Minuman Beralkohol dalam Islam

Nah, gimana? Auto kepikiran kan bagaimana minuman beralkohol dipandang dalam agama Islam.

Yups, konsumsi minuman beralkohol secara tegas diharamkan dalam Islam. Beberapa ayat Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW mengajarkan larangan terhadap minuman keras. Di antaranya adalah Surah Al-Ma'idah ayat 90 yang menyatakan:

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ"

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah najis, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Ma'idah: 90)

Tentu saja hukum minuman beralkohol ini merupakan bagian dari usaha Islam untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan umatnya. Minuman beralkohol dapat menyebabkan kerugian fisik, mental, dan sosial bagi individu dan masyarakat.

Penutup

Dalam pandangan Islam, rum dan minuman beralkohol lainnya diharamkan karena dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan dan perilaku manusia. Konsumsi minuman beralkohol bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk menjalani kehidupan yang sehat dan bermanfaat.

Oleh karena itu, sebaiknya setiap Muslim menghindari mengunjungi tempat yang menyajikan minuman beralkohol. Yah, lebih baik memilih untuk mematuhi hukum Islam yang melarang konsumsi minuman beralkohol. 

Selain menjaga diri dari larangan agama, memilih gaya hidup yang sehat dan taat pada ajaran Islam akan membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik dan spiritual kita. Berhati-hati dalam memantau segala apa yang masuk ke dalam tubuh kita secara halal dan thoyib lebih baik bukan?

Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

1 comment

  1. Dulu kalau beli kue tart selalu tanya apakah pakai rhum atau tidak tapi kalau sekarang lebih pilih toko kue yang sudah sertifikat halal saja biar aman

    ReplyDelete

Post a Comment