Header Serambi Naqiibah

Belajar Gaya Hidup Bebas Sampah dari Buku Sustaination

19 comments
Konten [Tampil]

Isu lingkungan terkait perubahan iklim dan darurat sampah yang antusias diperbincangkan di luar negeri ternyata tidak begitu ramai di Indonesia. Negeri kita masih asyik memperbincangkan politik, pemerintahan, gosip artis dsb.

Akan tetapi, beberapa orang yang sudah sadar tentang bahaya perubahan iklim mulai berbenah perilaku sehari-hari di mana sebisa mungkin mereka akan mulai mengurangi sampah yang dihasilkan. Setidaknya dimulai dari diri sendiri bukan? Nah, kali ini aku mau mengulas buku Sustaination: Gaya Hidup Berkesadaran dengan Produk Ramah Lingkungan.

Belajar Gaya Hidup Bebas Sampah dari Buku Sustaination

Buku Sustaination

Identitas Buku

Sustaination: Gaya Hidup Berkesadaran dengan Produk Ramah Lingkungan
Penulis: Dwi Sasetyaningtyas
Ilustrator: Puty Puar
Penerbit: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tebal halaman: 90 hlm
E-ISBN: 978-623-7506-41-6

Blurb

Sustaination sarat akan pengetahuan gaya hidup berkelanjutan dan minim sampah yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, keluarga, serta masyarakat. 

Sebuah perkenalan yang tepat untuk belajar dan memulai gaya hidup minim sampah. Setelah mengakrabi buku ini, bersiaplah tersadar dan menjadi manusia yang hidup berkelanjutan.

Sekali lagi, zero waste bukan hanya tentang mengganti sedotan plastik!

buku Sustaination Gaya Hidup Berkesadaran dengan Produk Ramah Lingkungan

Belajar Gaya Hidup Minim Sampah

Isu lingkungan terkait perubahan iklim dan darurat sampah yang antusias diperbincangkan di luar negeri ternyata tidak begitu ramai di Indonesia. Negeri kita lebih asyik memperbincangkan politik, pemerintahan, gosip artis dsb.

Akan tetapi, beberapa orang yang sudah sadar tentang bahaya perubahan iklim mulai berbenah perilaku sehari-hari di mana sebisa mungkin mereka akan mulai mengurangi sampah yang dihasilkan. 

Padahal masalah sampah, lingkungan dan krisis iklim ini harusnya menjadi masalah kita bersama. Tetapi, setidaknya dimulai dari diri sendiri bukan? Meskipun aksi individu ini tidak cukup berarti. L

Buku Sustaination ini menghadirkan informasi gaya hidup yang selaras dengan alam. 

Buku ini berisi tujuh bab yakni Memilah Sampah di Rumah, Mikroplastik, Beralih ke Produk Alternatif Ramah Lingkungnan, Less Waste Fashion, Bisnis Minim Sampah, Berkelana Minim Sampah, dan Hidup Berkesadaran.pilah sampah 

Bahasan yang berat tapi dituliskan dengan kata yang mudah dicerna apalagi ditambah dengan ilustrasi yang ciamik dari Puty Puar. Tiba-tiba saja sudah selesai membacanya.

Pada buku Sustaination ini kita belajar gaya hidup minim sampah, bukan nol sampah. Karena bagaimanapun untuk menghasilkan nol sampah itu tidak mungkin. Nah, aksi untuk bisa gaya hidup berkelanjutan dengan cara:

1. Memilah sampah di rumah.

Pada aksi ini kita bisa dengan memilah mana yang sisa organik (bisa diolah menjadi eco-enzyme, kaldu sayuran maupun kompos), kemasan karton, plastik, kaleng, sampah elektronik, sampah obat-obatan dan B3, sampah popok dan pembalut sekali pakai, serta sampah lainnya

2. Menghindari produk yang mengandung mikroplastik

Tentu dengan mengurangi penggunaan bahan yang merupakan sumber mikroplastik dari bahan kain sintetik maupun produk perawatan tubuh.

3. Beralih ke produk alternatif ramah lingkungan

Untuk cara ini bisa kita lakukan dengan menggunakan bahan yang tidak sekali pakai dan tidak mencemari lingkungan, seperti lerak sebagai pengganti detergen, menscup atau menspad sebagai pengganti pembalut sekali pakai, juga clodi sebagai pengganti popok sekali pakai dan banyak jenis lainnya

4. Less waste fashion

Dengan prinsip 5R kita bisa menerapkan aksi ini:

- Rewear, gunakan lagi dan lagi

- Repair, perbaiki yang rusak

- Reimagine, gunakan dengan cara yang berbeda

- Repurpose, alih fungsikan menjadi sesuatu yang lain

- Regift or resell

(sumber: instagram.com/khaya.heritage)

5. Bisnis minim sampah

Dengan menggunakan bahan minim sampah sebagai pengganti plastik untuk pengemasan dan proses lainnya.

6. Berkelana minim sampah

Aksi ini bisa dengan menghindari dan mengolah sampah saat bepergian, tidak membeli makanan/minuman berkemasan dan setelah perjalanan selesai, mengolah sampah yang dihasilkan.

7. Hidup berkesadaran.

Ini sebagai pengingat kita bahwa gaya hidup minim sampah bukan hanya perkara sampah kemasan, akan tetapi tentang bagaimana kita melihat lagi mengenai sumber daya yang kita gunakan.

Mari pelan-pelan belajar untuk beralih ke hidup yang lebih berkelanjutan dan berkesadaran. Tentunya dengan gaya hidup minim sampah. 

AKSi untuk hidup berkelanjutan

Semangat untuk bergandengan tangan bersama demi kehidupan bumi yang lebih baik ya.

Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

19 comments

  1. awalnya bingung mau memulai, tetapi ini mungkin langkah awal buat mulai ya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener kak, bisa menjadi panduan mudah untuk memulai hidup berkelanjutan. Semangat merawat bumi, Kak

      Delete
  2. jadi makin praktis dan go green banget ya :D keren

    ReplyDelete
  3. meminimalisir produksi sampah, dan pengolahan sampah bisa jadi aksi nyata kita dalam kehidupan sehari-hari yaa, kebayang sih banyak nya sampah rumah tangga juga

    ReplyDelete
  4. Kebetulan banget tadi siang baru ngumpul-ngumpul dengan teman-teman pegiat dan pemerhati lingkungan, ngobrolin gaya hidup bebas dengan ekonomi sirkular.
    Tak ada yang mustahil, selama ada yang peduli tentang isu sampah dan lingkungan dan mau menjadi agen peubah dan juga mengajak orang lain ikut andil, insyaAllah Indonesia bisa meminimalisasi sampah. Semoga

    ReplyDelete
  5. Mau ikutan baca bukunya, kak..
    Adakah di Gramedia digital?

    Sejujurnya memang aku butuh banget bacaan mengenai Sustainable Lifestyle ini.. Dan buku Sustaination: Gaya Hidup Berkesadaran dengan Produk Ramah Lingkungan bikin semakin paham per-babnya menjelaskan dengan simpel dan mudah dipahami.

    ReplyDelete
  6. Saat ini tema teman sustainable lifestyle memang sedang buming ya. Sejalan dengan program pemerintah juga who yang mana kondisi bumi sudah rusak, kita harus segera memperbaiki diri dan gaya hidup supaya tidak terus merusak alam dan lingkungan. Penasaran saya juga ingin membaca bukunya

    ReplyDelete
  7. PR banget nih gaya hidup bebas sampah, karena sampah di rumahku buanyaak. Anak-anak suka beli jajanan kemasan. Makasih udah diingatkan ya.

    ReplyDelete
  8. Ada buku tentang bagaimana agar minim sampah ini jadi pengingat sekaligus mapsnya, yuk konsisten menerapkan

    ReplyDelete
  9. Bukunya keren mba, banyak insight tentang hidup yang lebih sustain yaa dengan beberapa tips yang mudah diterapkan

    ReplyDelete
  10. Buku begini nih yang harusnya kita baca. Bisa jadi langkah nyata untuk mulai menjaga bumi dari sampah.

    ReplyDelete
  11. penanganan sampah nih emang harus dimulai dari kita sendir langsung karena pesta ngga sama, nanti menghadirkan sampah yang menumpuk

    ReplyDelete
  12. Asiaapp dimulai dari diri sendiri dan keluarga untuk tidak nyampah...meminimalisir sampah yg susah di daur ulang, meminimalisir penggunaan plastik semoga banyak yang mengikutinya ya mamm

    ReplyDelete
  13. Waahh seneng banget dengar semakin banyak orang-orang yang peduli sampah, sampai ada bukunya juga ada yaa.

    ReplyDelete
  14. Hidup bebas sampah gampang2 susah kak.. Tp sy ikut belajar memilah sampah yg mana dibuang dan di bisa daur ulang..

    ReplyDelete
  15. Kalau dipikir-pikir memang yang paling banyak nabung sampah tiap hari itu dari rumah tangga yah, jd kudu meminimalisir biar gak numpuk

    ReplyDelete
  16. memang harus dimulai dari yang sederhana kaya sampah gini ya, kita bisa kurangi sampah secara pribadi aja, udah bisa berdampak besar buat lingkungan :)

    ReplyDelete
  17. Setiap hari manusia menghasilkan sampah. Kalau terus-menerus dilakukan tanpa ada gerakan yang kuat untuk meminimalisir sampah, Bumi akan menjadi Tempat Sampah

    ReplyDelete
  18. Hidup tanpa sampah emang seperti mustahil terjadi ya kak. Tapi setidaknya kita bisa hidup dengan minim sampah. Kalau ide kreatif dan rajin sih, sampah bisa dijadiin bisnis malah

    ReplyDelete

Post a Comment