Header Serambi Naqiibah

4 Alasan Kenapa Ngeblog ala Naqiibah

8 comments
Konten [Tampil]

Waktu terasa semakin berlalu tinggalkan cerita tentang kita. Kalian bacanya sambil nyanyi ndak? Halah, emang pas nulis ini diiringi lagu Peterpan kesukaanku itu.

Kali ini aku mau cerita lagi tentang alasan menulis di blog serta sedikit tips utuk mengelola waktu. Masih hasil tulisan setelah ikutan materi pertama kelas Blogging.

Alasan Menulis di Blog

 
Alasan blogging Naqiibah

Setelah mengikuti materi pertama #blogspediacoachingbatch2, aku merasa disadarkan dengan cara ditampar pelan-pelan, huhuu. Materi yang dibagikan Mbak Marita membuatku mak tratap dan akhirnya mengingat kembali kira-kira apa yang menjadi alasanku untuk membuat dan menulis di Blog. 

Blog ini dibuat saat tahun 2012 di mana aku masih asik-asiknya duduk di bangku kuliah. Aku masih ingat betul bahwa pembuatan blog ini murni ikut-ikutan senior panutan, haha. Dia punya blog dengan seabreg tulisan kegiatannya. Tapi saat itu aku bingung mau mengisinya dengan apa dan bagaimana, alhasil campur aduk deh dengan catatan hasil dari mengikat ilmu dan tulisan acakadut lainnya.

Nah dari materi yang disampaikan Mbak Marita bahwa saat kita membuat blog, maka artinya saat itu kita sudah membuat keputusan besar untuk nyemplung ke dunia blogging. Aduh, berat juga tanggung jawabnnya, pusing eyke! 

Nyahaha, pusing artinya kepala diajak buat mikir, kan? jadi kepalaku masih bisa diajak mikir kan? Dahlah makin ngelantur ini. Oke, mari kita preteli satu per satu sembari mencari apa sih alasanku sebenarnya untuk menulis di blog.

Alasan menulis di blog ini penting saya utarakan karena memang bukan di selatan. Etdah, bukan gini akhir kalimatnya sih. Oke, Mbak Mar menjelaskan bahwa alasan terbesar dari nulis di blog (the big why) inilah yang akan menjadi landasan kita untuk terus berada di jalur blogging kita. 

Alasan kenapa ngeblog ini akan menjadi penuntun arah saat arah kita mulai belok-belok dan yang akan membuat kita senantiasa passionate untuk ngeblog. Dari hasil merenung saya selama 2 hari setelah kelas, akhirnya saya menemukan  alasan terbesar saya untuk menulis di blog.

1. Hobi menulis

Daripada ngomong, aku lebih menyukai menulis terutama menulis diary. Aku selalu menuliskan apa yang aku lalui seharian dalam sebuah buku. Mungkin hal ini juga yang dialami teman-teman yang ikutan terjun ke blog, kesukaan untuk menulis. Kita bisa lebih santai saat mengeluarkan ide dan pikiran dalam bentuk tulisan daripada berbicara. 

Nah, menulis ini pastinya butuh media untuk tempat menulis kan. Bisa dengan media cetak maupun media digital, media massa atau media sosial. 

Pada akhirnya, makin ke sini berbagai macam media sosial semakin update dan tidak terlalu panjang karakter yang bisa dituliskan. Mungkin karena hal ini pula yang membuat warga net zaman sekarang makin malas membaca, *eh.

2. Blog media yang ramah dan simple

Satu pertanyaan dari Mbak Mar, oke lah kalau setiap kita punya kebiasaan yang sama, menulis. Lalu kenapa harus di blog? Mengulik dari masa lalu. Aku cukup minder kalau tulisanku dibaca orang lain. Berasa buruk tulisanku. Apalagi saat membaca tulisan teman-teman lainnya. 

Akan tetapi ternyata setelah membuat akun instagram khusus untuk menuliskan review buku secara singkat, perlahan aku mulai pede karena beberapa kali direpost bahkan dapat hadiah giveaway atau challenge. Nah, keinginan untuk menulis lagi di media yang bisa memuat kata lebih panjang muncul kembali. 

Masalah awalnya adalah saat menulis review buku di instagram ternyata sangat terbatas karakter yang akan disampaikan. Sementara terkadang keinginan untuk bercerita lebih banyak saat mengulas buku yang asyik menjadi terpentok akibat keterbatasan karakter. 

Dari sekian media yang tersedia, blog bisa menjadi satu tempat privasiku untuk mengasah tulisanku. Selain itu, untuk mempublikasikan sebuah tulisan di blog sangat mudah tinggal publish tanpa melewati proses yang agak ruwet seperti saat mempublikasi tulisan di penerbit atau media umum lainnya, hoho.

3. Sebagai tempat berbagi ilmu dan pengalaman

Perjalanan hidup sampai melewati 29 tahun pasti lah sudah beberapa kali ada pengalaman yang bisa dibagikan. Nah, kebiasaan menulis diary serta hikmah yang bisa diambil ini bisa jadi alasanku untuk berbagi tulisan di blog. Ya meski nanti curhatnya sangat jelas, sebisa mungkin semoga ada hikmah yang bisa ditarik, ya kan?

4. Self-healing

Kebetulan saya perempuan single yang bekerja menjadi pendidik di salah satu kampus di Malang. Dengan tuntutan tri dharma perguruan tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, pasti yang namanya waktu terkadang ada yang agak luang, bahkan tak jarang untuk menyelesaikan tanggung jawab juga begadang, heuheu. 

Selain itu pula aku mengikuti beberapa komunitas. Nah, aku berpikir bagaimana caranya agar diriku tetap waras menjalani seabrek kegiatan ini. Setelah aku renungkan, mungkin nulis di blog memang menjadi washilah agar diriku tetap waras. Jadi salah satu me-time andalanku selain membaca buku dan mendengarkan musik.

Caraku Mengatur Waktu:

 
tips mengelola waktu ala Naqiibah

Lalu bagaimana cara untuk mengatur waktu antara urusan kerjaan sama komunitas maupun me time dengan menulis blog ini. Karena sudah biasa menjalani beberapa kegiatan mungkin dalam beberapa hal sudah teratur ritmenya. Tinggal menyesuaikan untuk belajar ngeblog ini. Bismillah, kuat. Yok bisa yok!

1. Memasang list to do beserta deadline

Bagiku, catatan list to do ini sangat membantuku untuk berkonsentrasi menyelesaikan sesuai deadline. Meskipun beberapa kali menyelesaikannya mepet tenggat waktu, tapi memang list to do ini sangat membantu mengelola waktu mulai memilih dari yang prioritas darurat hingga sedang.

2. Memaksa diri untuk membedakan dan meluangkan waktu sesuai proporsi

Berikan waktu untuk bersenang-senang bagi diri sendiri sebagai apresiasi dan rasa syukur sudah menjalani aktivitas, bisa dengan membaca, main di media sosial maupun nonton film/drama, meskipun opsi terakhir sangat jarang kulakukan karena kurang begitu suka nonton. 

Selain itu olahraga juga wajib kusisipkan tiap minggu entah itu main badminton atau jalan kaki ke tempat yang luas. Dengan menambah list kegiatan ngeblog ini maka wajib kupaksa untuk menyisipkan waktu untuk belajar dan menyelesaikan tugas. Bismillah, allahumma sehat :)

3. Tidak menunda-nunda

Ini yang berat, ahahaa. Terkadang mood sedang parah atau sangat kecapekan karena aktifitas, jadi akhirnya menyelesaikan satu tugasnya nanti dulu yang akibatnya keteteran di kerjaan berikutnya. Kalau sudah begini aku harus mempersiapkan mood booster, madu atau coklat, bahkan harus off hp dulu. Istirahat :)

4. Belajar rutin serta konsisten

Ini lebih berat dari sebelumnya. Ya emang mana ada konsisten mudah, Maemunaah? Kecuali kalau udah biasa, ye kan? -_-. Nah tips dari Mbak Mar kemarin sudah dijelaskan untuk bisa konsisten ngeblog, ya mengikuti komunitas blogger. 

Dan sampai saat ini, aku belum bergabung sama sekali. Masih belajar di kelas Blogspedia dulu. Kalau ada komunitas blogger yang bisa kuikuti, tolong komentar di bawah ya :)



Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

8 comments

  1. Bagian jangan menunda-nunda ini kek menjewerku lo mbak, soalnya aku suka banget tuh bilang NANTI. Lalu ujung2nya banyak kesempatan hilang deh gara-gara NANTI. Semangat ngeblog mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuu, aku juga masih belum bisa hilang 100%, Mbak. Masih terus belajar. Mohon bimbingannya ya, Mbak. Semoga bisa selalu on time ngumpulin tugasnya :)

      Delete
  2. Bagian memunda-nunda ini yg aku bangett. Semangat ya kita mbak. Semoga makin rajin ngeblog dan tetap konsisten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. yuk kencengin sabuk pengaman ya, Mbakk. bisa, yok!!!

      Delete
  3. The power of kepepet biasanya mengalirkan ide lebih cepat, semakin kepepet,semakin banyak ide keluar, dan ada satu pelajaran, tetap pada tujuan awal, biarlah ide liar muncul, tulis dan simpan saja. Saya kadang pada waktu-waktu garis finish.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, Mbakk. mwehehee. kadang the power of kepepet sangat membantu. yang nggak membantu ini waktunya :3
      Semangat selalu, yok!

      Delete
  4. Coba ikutan 1 minggu 1 cerita mba.. Mayan bikin konsisten nulis lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, iya. Beberapa temen juga nyaranin hal yang sama, Mbak. Itu cerita yang ditulis bebas, yak?

      Delete

Post a Comment