Header Serambi Naqiibah

Mengenal Lebih Dekat dengan Personal Finance

Post a Comment
Konten [Tampil]

Hai, Gais. Hari ini aku mau cerita personal finance atau tentang keuangan pribadi dan cara mengaturnya. Selama tahun kemarin aku mengikuti beberapa webinar dan postingan beberapa financial advisor seperti Andhika Diskartes, Philip Mulyana, Melvin Mumpuni dsb. Jadi, sambil mencatat kembali hasil belajarku kemarin sih ini.

A. Apa itu Personal Finance?

Apa sih? Dari dulu sejak kita sekolah, kita nggak pernah diajarin bagaimana caranya kita mengatur uang kita sendiri. Kita hanya diajari akuntansi untuk anak-anak yang masuk IPS dan itu pun lebih ke bisnis ya. 

Bahkan kita sudah didoktrin sejak kecil, kalau kita sudah bisa bekerja mendapatkan uang sendiri berarti sudah cukup mandiri mengelola duit sendiri. Padahal saat kita menerima gaji untuk pertama kalinya, kita bingung kan karena begitu banyak ingin ini itu. Eh, ini aku saja atau kalian juga merasa demikian? :3

Dalam webinar gratisnya yang bisa diakses pada link profil instagram @philipmulyana, beliau mengatakan personal finance merupakan cara untuk mengelola uang pribadi yang tujuannya untuk bisa sampai ke tujuan finansial kita. Kita semua tahu kalau uang dan kehidupan itu kalau cuma go with the flow bisa bahaya dan tidak akan bertumbuh. Kenapa bahaya?

Kita sebagai manusia memiliki resiko dalam kehidupan, entah itu PHK, kehilangan pekerjaan, kalau bisnis cashflow juga ndak lancar, sakit darurat, meninggal dunia sebelum waktunya. Betapa banyak hal-hal yang bisa berdampak terhadap kehidupan kita maupun orang-orang yang bergantung kepada penghasilan kita. Oleh karena itulah sebisa mungkin kita 

Selain itu ada juga inflasi. Kalau misalkan kita beli barang yang harganya tahun lalu 1 juta, sekarang harganya naik 100ribu, maka inflasi sekitar 10%. Inflasi memang ada. Nah, bila kita tidak bisa investasi maka kita akan selalu kalah dengan inflasi.

Kalau kita punya rencana, tapi rencana itu abstrak dan kita tidak pernah bikin rencana yang proper. Misalkan 

"A goal without a plan is just a wish" - Philip Mulyana

1. Apa Financial Goals Kamu?

Tujuan keuanganmu mau seperti apa? Menyiapkan dana pendidikan pribadi/anak, membeli rumah, dana pensiun, atau masih banyak yang lainnya tergantung goals kamu sendiri/pasangan mau gimana.

2. Catat Goals itu di kertas

Jangan cuma dibatin aja, haha. Catat deh semua goals yang kalian sebut di atas. Catat semua, jangan ada yang terlewat.

3. Susun berdasarkan list prioritas

Semua hal yang memiliki banyak pilihan seperti untuk mengatur waktu juga wajib disusun berdasarkan

B. Piramida keuangan pribadi

Kalau kita ngomongin tentang personal finance, kita tidak bisa lepaskan piramida keuangan ini. Piramida keuangan pribadi ini penting untuk diketahui karena kita bisa mengetahui apa dan mana saja yang termasuk pondasi keuangan pribadi

1. Money Management

Paling bawah ini adalah pondasinya. Bagaimana caranya kita bisa mengatur cashflow. Cashflow ini adalah urat nadi dalam personal finance. Nah, kita harus tahu uang masuk setiap kita gajian dan uang keluar kita berapa. Kebiasaan kita ndak pernah tahu uang keluar yang kecil-kecil. Padahal kita harus tahu pengeluaran yanag kecil yang biasanya

Rumus money management simpelnya adalah: pendapatan > pengeluaran

a. Pentingnya multiple stream of income

Masalah dari rumus sederhana money management tadi adalah pendapatan kita mepet. Oleh karena itu penting untuk kita punya side hustle. Pendapatan lain selain pekerjaan utama, seperti membuka online shop atau menjadi content writer dsb.

b. Automate your finance

Selain itu, penting untuk punya tools otomatis, seperti transfer uang dengan otomatis, bayar utang otomatis, investasi otomatis. Hal ini memudahkan kita untuk pencatatan cashflow dari keuangan kita.

c. Building habit

Selain itu juga building habit, membangun sebuah kebiasaan. Kalau cashflow kita masih minus, maka kita harus fokus di level pertama ini, mengatur cashflow keuangan dengan budgeting. Kita harus membiasakan dengan menekan pengeluaran.

2. Risk Management

Setelah kamu punya uang sendiri dan bisa mengatur keuangan alias cashflow positif, bisa lanjut ke level selanjutnya, risk management. Begitu cashflow udah oke, bolehlah kita mulai mitigasi risiko untuk lindungi cashflow-nya, alias asset protection.

a. Dana darurat

Dana darurat merupakan dana yang dibutuhkan saat kondisi kita tiba-tiba dalam keadaan susah, misalkan laptop yang digunakan untuk bekerja rusak, mobil rusak, atau diberhentikan dari pekerjaan dll. Oleh karena itu dalam mengatur risiko (risk management) yang lebih ditekankan adalah memiliki dana darurat terlebih dahulu.

Dana darurat ini tergantung kondisi masing-masing individu. Akan tetapi rata-rata dana darurat yang disarankan para ahli adalah sebesar 6xpengeluaran bulanan. Jadi ketika pengeluaran bulanan kalian 4juta maka dana darurat yang harus dimiliki adalah 24 juta.

Begini, kasus yang lebih banyak ditemui saat awal pandemi di mana banyak karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan dan sialnya mereka banyak yang tidak memiliki dana darurat yang akhirnya kesusahan dalam mengatur keuangannya.

b. Asuransi

Asuransi berguna untuk melindungi aset. Misalkan kamu sakit atau meninggal sebelum waktunya, dan banyak orang yang bergantung dengana pendapatkan kamu, maka ini penting untuk dimiliki.

c. Diversifikasi investasi

Kamu punya investasi, misalkan pertama di saham, deposito, dan krypto. Jangan pernah letakkan uang kamu di saham semua, karena bila saham anjlok maka duit kamu akan kena semuanya. 

Pertanyaannya begini, apakah harus tiga-tiganya baru lanjut ke langkah selanjutnya? Hmm, simak dulu sampai akhir ya.

3. Investasi

Yang paling atas adalah investasi. Kalau investasi ini berfungsi sebagai asset growth, menumbuhkan aset sesuai risk profile dan risk tolerance masing-masing. Lain kali deh aku tuliskan lebih banyak lagi tentang jenis investasi ini. Semoga tidak lupa ya.

a. Saham dan Krypto

Beberapa investasi yang lagi hype akhir-akhir ini adalah saham dan krypto. Dengan slogan high return, mereka juga memiliki risiko yang tinggi. High return, high risk.

b. Reksadana

Sementara jenis reksadana pun ada 3, reksadana pasar uang, reksadana pasar tetap dan reksadana saham. Tapi risikonya lebih rendah dibanding saham karena pada reksadana diatasi oleh sebuah manajer investasi.

c. Self Development

Investasi pada hal ini lebih penting. Para pakar setuju bahwa investasi leher ke atas alias investasi ke otak adalah yang paling penting. Pengembangan diri tentunya, biar kita tidak sembarang mengikuti cara orang lain tanpa tahu dasar pondasinya.

Kasus lain yang marak dilakukan kaum milenial akhir-akhir ini. Karena tergiur investasi dengan return tinggi seperti kripto atau saham, mereka tak sedikit yang berani mengajukan pinjaman, entah ke pinjaman online atau yang lainnya. Sementara mereka belum memahami risk management seperti dana darurat atau cashflow masih berantakan. 

Secara logika, apa yang akan terjadi bila investasi yang mereka idamkan ternyata ambles? Utangnya harus tetap dibayar, tidak punya dana darurat alias kacau sekali pastinya. Oleh karena itu step investasi ini harus terakhir seperti pada piramida keuangan ini.

C. Perjalanan Keuangan Pribadi

Karena ini sebuah perjalanan, ada tiga tahapan: money management-risk management-investment. Sebenarnya ini adalah sebuah proses yang menjadi siklus yang nantinya akan memutar kembali dengan siklus yang pertama. Dan kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki kondisi keuangan (gaji, pengeluaran dan saving) yang berbeda.

Pada saat cashflow minus, yang harus dilakukan adalah naikkan pendapatan atau kurangi pengeluaran dengan budgeting. Kalau naikkan pendapatan bisa dengan side hustle dengan membuka online shop. Nah, saat cashflow sudah menjadi positif, maka langkah selanjutnya adalah risk management.

Risk management tadi yang paling penting adalah dana darurat. Baru setelah itu investasi. Biasanya saat investasi kita mendapat cuan return naik, tanpa disadari dan pelan-pelan gaya hidup kita ikutan naik. Oleh karena itu harus balik lagi ke money management. Artinya kemampuan untuk mengelola cashflow lagi. Kalau kita tidak pandai untuk mengatur cashflow yang mulai dari budgeting maupun menambah pendapatan.

Kalau mau naik lifestyle ya bolehlah, tapi jangan terlalu berlebihan. kembali lagi dengan 3 tahapan tadi, money management-risk management-investasi.

Filosofi personal finance adalah mengoptimalkan keuangan diri sendiri sesuai karakter masing-masing. Bukan memaksakan cara kamu kepada orang lain. - Andhika Diskartes



Referensi:
  • materi webinar personal finance dari Andhika Diskartes, Philip Mulyana
  • https://www.finansialku.com/
Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

Post a Comment