Header Serambi Naqiibah

Kajian Mushaf Tadabbur Maiyah Bareng Cak Nun dan Cak Fuad

Post a Comment
Konten [Tampil]

Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-61 ITS, kampus yang sering salah sebut dengan Institut Teknologi Surabaya ini Rabu malam (22/09) menyelenggarakan Kajian Mushaf Tadabbur Maiyah yang mengundang:

  1. Ahmad Fuad Efendi
  2. Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'i, M.Ag.
  3. Emha Ainun Najib

Diriku bahagia sekali tapi juga kesal, kenapa tidak dari dulu kampusku ini mengundang Mbah Nun. Dan beliau berdua (Cak Nun dan Cak Fuad) berkenan hadir. 

A. Acara Kajian Mushaf Tadabbur Maiyah 

Acara dibuka dengan senandung selawat dari tim rebana dari UKM Cinta Rebana ITS. Tepat pukul 19.57 WIB, para narasumber memasuki masjid diriingi selawat Thola'al badru 'alaina. Entah kenapa aku merasa merinding mendengarkan senandung selawat saat beliau memasuki masjid. Rasanya lama banget tidak bermujawahah dengan beliau, apalagi pas pandemi. Duh, bablas.

Setelah para narasumber duduk, acara dibuka dengan qiroah surat Al-Hasyr:21. Setelah itu sambutan dari rektor ITS, pak Ashari, dilanjutkan dengan ketua panitia Dies Natalis

Dies Natalis sesungguhnya waktunya untuk mengevaluasi diri sendiri, isisnya tidak hanya ilmiah konferensi saja, tapi juga sisi spiritual. Dies Natalis ini, ITS mengundang Cak Nun dan beberapa tokoh lainnya yang akan memberikan siraman rohani.

Semoga acara ini menandai bangkitnya kegiatan kajian seperti ini di masjid Manarul Ilmi. Tema Dies Natalis ini adalah Advancing Humanity, memajukan kemanusiaan. ITS sebagai kampus sains dan teknologi, ingin berkontribusi kepada kemajuan Indonesia dan kemajuan kemanusiaan. 

Semoga malam ini malam penuh keberkahan, tidak hanya majlis taklim karena di atas majlis taklim ada majlis takrif, di atasnya ada majlis takdhim. Mudah-mudahan lebih dari sekedar transfer knowledge saja.

1. Mushaf Tadabur Maiyah oleh Ahmad Fuad Efendi 

Mushaf Tadabbur Maiyah ini sudah diterbitkan 7 Juli 2021. Tidak lepas dari sejarah lahirnya pengajian Padhang Mbulan yang dimulai sejak tahun 1992. Semula pengajian Padhang Mbulan ini hanya pengajian keluarga dan tetangga saja, namun tidak disangka banyak yang berminat semakin banyak hingga ribuan. 

Dari awal, pengajian ini diberi nama Pengajian Tafsir Padhang Mbulan. Cak Fuad mengatakan memang berangkatnya pengajian ini dari Alquran. Pada masa awal, isi pengajian dibukukan. Ringkasannya diterbitkan pada buletin Afwaja 1994 disamping diterbitkan serial tafsir Padhang Mbulan.

Afwaja bukan singkatan, tapi diambil dari QS. An-Nashr:2, karena jamaahnya datang berbondong-bondong. Pada tahun 1997 itu suasana politik di Indonesia makin memanas, namun jumlah hadirin makin membeludak karena ada wacana tokoh politik masuk ke pengajian Padhang Mbulan ini. Padhang Mbulan ini sempat dihentikan juga.

Pada tahun 2001 lahir istilah maiyah, untuk meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian dengan penguatan kompetensi individu jamaah dan penguatan simpul-simpul Maiyah di daerah masing-masing. Seiring dengan proses penguatan kompetensi individu yang tadi, karena sudah menjadi tekad dari Padang Bulan ya dan Maiyah dengan tetap berbasis pada kajian-kajian Alquran. 

Maka sejak awal dekade kedua abad 21, kajian Alquran diarahkan kepada tadabur. Jadi tadabur itu kelanjutan dari yang semula kita namakan kajian tafsir Padang Bulan. 

Sementara sebagian ulama banyak yang menyamakan makna tafsir, takwil  dan tadabur. Memang, istilah itu saling berkaitan bahkan tidak bisa dipisahkan karena di dalam tafsir itu ada tadabur. Meskipun tidak semua tafsir tapi banyak juga tafsir yang di dalamnya sudah termuat tadabur.

Sedangkan takwil itu adalah salah satu metode di dalam penafsiran Alquran. Untuk jenis ayat-ayat tertentu tadabur juga gak bisa dipisahkan dari tafsir dimulai dari pemahaman ayat dan itu merupakan bagian dari tafsirNah, untuk tahu perbedaan tafsir, takwil, dan tadabur, cak Fuad menjelaskan uraiannya sebagai berikut:

a. Tafsir

  • tafsir itu penjelasan makna
  • tafsir menjelaskan makna ayat dari berbagai segi ada yang bahas kebahasaannya ada yang membahas kesastraannya, ada yang membahas kesejarahannya, ada yang membahas keilmuannya, pengambilan hukum dan lain sebagainya
  • tafsir memang jangkauannya sangat luas dan itu memerlukan keahlian khusus
  • tafsir hanya bisa ditangani oleh orang-orang yang memang memiliki kompetensi untuk melakukan penafsiran Alquran
  • penafsir itu harus memenuhi banyak sekali syarat. ada yang menyebutkan sampai 24 syarat untuk jadi penafsir

b. Takwil

  • takwil itu pemaknaan baru, menggantikan makna asal jadi satu ayat punya makna yang makna asalnya apa tapi ini dicarikan makna yang baru 
  • menyangkut ayat-ayat mutasyabihat. Alquran ada ayat muhkamat, yang pasti dan ada ayat-ayat mutasyabihat, yang masih mengandung beberapa kemungkinan makna. Ada ayat yang maknanya merupakan rahasia Allah dan hanya Allah yang mengetahui maksudnya misalnya pembukaan surat-surat tertentu itu ada alif lam mim. Yang kedua adalah ayat yang mengandung dua atau lebih kemungkinan makna, maka harus dipilih dengan menggunakan pentakwilan tadi. Itu artinya harus ada alasan mengapa makna ini yang dipilih bisa itu memerlukan keahlian. Yang ketiga adalah ayat yang memiliki makna asal, tapi karena alasan tertentu boleh atau mungkin harus dicarikan mana lain. misalnya ada ungkapan yadullahi fauqa aidihim tangan Allah itu diatas tangan mereka. Ya kali Allah punya tangan yang disamakan dengan makhlukNya.
  • takwil itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang mendalam ilmunya. Dalam Alquran dikatakan وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ ,  "Dan orang-orang yang mendalam ilmunya"

c. Tadabbur

  • tadabbur itu pengambilan pelajaran yang utama mengambil pelajaran dari ayat Alquran
  • makna bahasanya tadabbur itu adalah annadhoru ila dubur, melihat dubur itu bertanya bagian belakang dari segala sesuatu namanya dubur. Maka tadabbur itu punya makna merenungkan akibat dari sesuatu, merenungkan hal-hal yang mungkin terjadi di belakang itu 
  • tadabur secara bahasa, tadabbur ayat Alquran artinya memahami makna ayat kemudian menghubungkannya dengan diri sendiri atau dengan manusia secara umum apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan setelah membaca ayat itu. Harus mengakui bahwa setiap hal itu dalam bahasa Arabnya mengambil mauidoh dari suatu ayat
  • tadabur adalah amalan hati yang bersifat pribadi dan melahirkan kesadaran diri. Tadabur dalam membaca atau mendengar ayat seolah-olah diturunkan khusus kepadanya tidak ditemukan pada orang lain ayat Quran itu bisa baca kita bawa kepada diri sendiri seolah-olah ini turun dari Allah kepada kita. Yang biasa kita lakukan kan tidak.
  • bisa melahirkan rasa senang rasa sedih, rasa malu, marah, takut ,optimis, semangat dan sebagainya yang berujung pada kesadaran untuk melakukan perubahan pada diri sendiri

Contoh tadabur 

2. Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'i, M.Ag.


Tadabbur itu setiap kamu bersentuhan dengan al-quran dan setiap kamu. 

Walaa Taiasuu itu yang tidak boleh berputus asa itu terhadap pertolongan Allah.

 



Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

Post a Comment