Header Serambi Naqiibah

5 Tips Perlindungan Akun Media Sosial

19 comments
Konten [Tampil]

Adakah dari Kalian yang belum mengenal atau memiliki media sosial? Ataukah Kalian pernah mengalami akun media sosial kalian tidak bisa diakses atau sedang diretas (dihack)? Kali ini, Naqi akan memberikan lima tips untuk melindungi akun media sosial. Beda ceritanya kalau kalian benar-benar tidak memiliki akun media sosial, silakan abaikan saja tulisan ini ya, Gais. Hehe, canda abaikan, Gais!😆

Media sosial sudah menjadi teman dekat saat kita memiliki sebuah telepon seluler pintar alias smartphone. Minimal untuk komunikasi, orang-orang akan lebih memilih menggunakan WhatsApp daripada SMS. Sangat jarang sekali menemukan orang zaman sekarang apalagi generasi muda yang tidak memiliki nomor WhatsApp kan?

Media sosial di sekitar kita

Media Sosial Saat Ini,,,

Perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dipungkiri sudah memasuki era digital 4.0, di mana pada zaman ini, ditandai dengan bergeraknya berbagai sektor kehidupan ke arah digital serba otomatis. Ciri utama era digital 4.0 ini yaitu bagaimana data menjadi sesuatu yang penting dan betapa mudah koneksi antara dunia nyata dan virtual. Pada era digital 4.0 ini, informasi menjadi kian mudah untuk diakses melalui smartphone ataupun teknologi lainnya.

Sayangnya, teknologi ini memang memiliki dua sisi, baik maupun buruk. Di samping seabrek sisi positifnya, untuk beberapa permasalahan dari berkembangnya teknologi ini adalah data penting milik pribadi yang kita masukkan pada internet salah satunya media sosial tersebut kemungkinan bisa diretas/dihack dan selanjutnya akan disalahgunakan untuk penipuan atau kejahatan lainnya.
Kejahatan siber

5 Tips Melindungi Akun Media Sosial 

Nah, dari gambaran di atas, betapa ngerinya data yang ada di media sosial bila sampai diretas atau disalahgunakan. Oleh karena itu, penting untuk membentengi akun kalian dari upaya peretasan. Berikut Naqi coba buatkan tips untuk kalian yang harus dilakukan pada media sosial yang kalian gunakan. Simak ya, Gais!

5 Tips Perlindungan Akun Media Sosial Kita

1. Perkuat Password

Tentu tips pertama yang umum untuk dilakukan pada media sosial adalah memperkuat passwordnya. Karena password ini adalah kunci untuk masuk ke dalam media sosial akun. Nah, menurutku untuk memperkuat password ini bisa dengan cara berikut:

a. Password diganti usai log in di perangkat luar

Kebiasaan kita (kita? mungkin Naqi pribadi kali yak😑) saat usai log in di perangkat luar apalagi milik umum, terkadang secara tanpa sadar akan meninggalkan jejak username. Nah sebisa mungkin ganti password, setelah itu log out dari semua perangkat.

b. Buat password yang susah ditebak

Untuk hal ini, kita pasti tahu bahwa password minimal terdiri dari huruf dan karakter lainnya (angka maupun tanda lainnya). Menurutku, lebih baik apabila password yang digunakan tadi ditambah huruf kapital.

c. Hindari password yang sama untuk semua media sosial

Saat ini media sosial sekarang saling terkoneksi ya. Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di atas tadi, alangkah baiknya bila password masing-masing media sosial yang digunakan itu berbeda. Jangan pernah disamakan ya, Gais!

Aduh, pusing euy! Kebanyakan media sosial! Nah loh, ada yang nyuruh bikin banyak akun? Ndak ada kan? Mwehehee. Oleh karena itu, password dicatat ya, Gais. Jangan hanya dicatat di HP yaaa.

Perkuat password

2. Hati-Hati dengan Aplikasi Ketiga

Untuk kalian yang biasanya menggunakan aplikasi pembantu seperti aplikasi penjadwal konten, hal ini perlu diperhatikan. Biasanya aplikasi akan memerlukan akses ke akun kalian. Pastikan Kalian menggunakan aplikasi yang sah untuk mendapatkan akses. Dan pastikan untuk membaca secara teliti dan detail, sebenarnya apa saja yang diinginkan aplikasi tertentu untuk mendapatkan akses.

Hati-hati dengan aplikasi ketiga

3. Gunakan Autentikasi 2 Faktor

Autentikasi 2 faktor atau verifikasi 2 langkah ini adalah satu pengaturan yang disediakan oleh masing-masing aplikasi, entah itu WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Email dsb. Dengan memanfaatkan kombinasi dua komponen berbeda, biasanya kata sandi akun dan kode konfirmasi, yang dikirimkan kepada pengguna melalui pesan teks atau email.

Fitur ini sangat penting untuk diaktifkan ya, Gais. Ini ada satu pengalaman tersendiri saat salah seorang teman menjadi korban dari saudaranya yang belum mengaktifkan fitur Autentikasi 2 Faktor ini. WhatsApp saudara temen saya ini dihack dan meminta sejumlah uang kepada beberapa orang salah satunya temen saya ini. Dan sialnya, temen saya sudah mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Sementara saudaranya tidak bisa mengakses WhatsApp-nya selama diambil alih tersebut.

Pengalaman tersebut ternyata banyak dialami teman-teman saya lainnya. Banyak yang mengaku dihubungi guru, dosen, ustadz bahkan kiainya meminta sejumlah uang. Nah, ini nih yang susah, tapi bisa diusahakan. Pemilik akun WhatsApp yang sudah diretas, harus segera instal ulang aplikasi WhatsApp sesegera mungkin di ponselnya. Lalu, log in dengan nomor WhatsApp yang telah diretas tadi.

Nah, untuk mengaktifkan Autentikasi 2 Faktor atau Verifikasi 2 Langkah ini bisa masuk ke pengaturan - keamanan-autentikasi 2 faktor atau verifikasi 2 langkah. Setelah itu akan diarahkan untuk memasukkan nomor handphone atau email yang akan digunakan sebagai penerima kode setiap ada yang berusaha masuk ke dalam media sosial kalian. Jadi usahakan nomor handphone atau email yang dimasukkan adalah nomor atau email yang aktif dan masih digunakan ya :).

Aktifkan Autentikasi 2 Faktor

Selanjutnya, setelah mengaktifkan ini, saat ada kode masuk ke dalam nomor handphone yang digunakan tadi, jangan pernah berikan kodenya kepada siapa pun. 

4. Cek secara Berkala Siapa yang Log in

Untuk kalian yang memiliki akun dengan beberapa admin, cek secara berkala siapa yang log in dan waktu  mereka login terakhir kali. Hal ini untuk pencegahan ada peretasan akun. Untuk instagram, bisa dilihat pada bagian pengaturan dan aktivitas masuk.

Cek Berkala Siapa yang Log in

5. Hindari Pishing maupun Klik Tautan yang Aneh

Phishing adalah jenis cybercrime yang memanfaatkan email, telepon, maupun pesan teks untuk mengelabui korban agar memberikan data sensitif berupa informasi login bahkan detail kartu kredit. Biasanya pelaku akan menyamar sebagai institusi legal dan mencoba untuk mendapatkan data sensitif atau masuk ke sistem/jaringan Anda melalui malware.

Salah satu tanda paling umum biasanya dengan cara menyebarkan tautan yang mirip dengan lembaga, akan tetapi domain bukan yang resmi seperti dot com, dot id atau lainnya. Seperti pesan yang tersebar akhir-akhir ini tentang kuota belajar online atau iming-iming hadiah lainnya. Banyak dari kalian yang mendapat sms blast tentang pemenang bla bla bla sementara pengirim nomor biasa bukan dari perusahaan atau lembaga resmi. Nah, abaikan saja pesan tersebut, ndak usah diklik tautan yang ada di sana ya :)

Hindari Pishing

Penutup

Dari tips dan penjelasan di atas, kunci untuk menjaga media sosial adalah memperkuat bentengnya. Dalam hal ini adalah password, bahkan perlu diberikan lapisan ganda berupa autentikasi atau verifikasi 2 langkah. Serta jangan sekali-kali memberikan kode yang masuk ke dalam nomor handphone kalian ya, Gais. Yang paling utama adalah mari kita menggunakan media sosial dengan baik dan bijak.

Bermedia sosial dengan aman 

Selanjutnya untuk kalian yang mau baca tips lain dari Naqi bisa meluncur ke sini ya. Stay healthy, stay sane, everyone





Naqiibatin Nadliriyah
Halo! Saya Naqi. Pembaca buku yang menulis beberapa topik di Serambi Naqiibah. Diantaranya tentang ulasan buku maupun film, tips, fiksi, finansial, dan review produk teman :)

Related Posts

19 comments

  1. Saban hari aku selalu dapet sms jadi pemenang undian dari web antah berantah mba. Kalau ditotalin mungkin hadiahnya udah bisa beli Ferari sebiji. Untungnya aku orangnya baik hati dan tidak sombong' jadi ga tergoda begituan. Ku ikhlasin semua hadiah itu untuk sender wkwk. Tapi banyak juga lho yang tergoda untuk reply atau nyebarin kuota belajar itu. Hmm mungkin dia belum baca artikel mba Naqi yak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mom Yuni, ngakak bet dah aku baca komennya ini :D

      Delete
  2. Wah, kalo per akun beda password auto lupa ak mb hehhe maklum pelupa orangnya. But, nice info bgt ini sih. Infografisnya juga kere. Makasih mb..

    ReplyDelete
  3. Kak Naqii, ngakak aku pas baca yang bagian kemendikbud, :D.
    Karena itu sering banget muncul dan selalu dikirim berulang kali forward sana-sini. Kadang hal-hal gini uda diblokir pun tetep ada lagi. Hedeh..
    Tapi langkah berlapis-lapis untuk password perlu banget nih, masalahnya akunku pernah dihack pula, apa harus passwordnya yang sulit, pakai algoritma misalnya, wkwk.. btw nice info kak, sangat membantu :D

    ReplyDelete
  4. Benar mbak Naqi, dunia hacker sungguh kejam ya. Kita kudu punya jurus jitu buat penangkalnya. Suka designnya mbak, semoga point' yg kedua ini tidak menimpaku lah ya. Ngeri

    ReplyDelete
  5. Aku pernah beda2in password sosmed trs akhirnya lupa krn nggak pernah dicatat mbak huhuhu.

    ReplyDelete
  6. Hehe, sejak ramadhan dua akun ada yang coba masuk. Bahkan udah ganti email mereka. Beruntung sudah aktifkan 2 otentifikasi mode. Meskipun harus berlelah2, sehari bisa ganti password 5 kali.
    Sampai2 di curigai IG dan dapat cuti beberapa Minggu.

    ReplyDelete
  7. aku jadi inget tetanggaku dosen juga, wa ke ibu-ibu taklim temennya minjem duit hehe..syukurnya kita pada kenal deh dan langsung ngeh ada yang ga beres..thanks infonya ya Naqi, mulai perketat ini kan malu kalo smpe dihack minjem duit wkwkwk

    ReplyDelete
  8. sedih sekali apalagi sekrang banyak beredar dapat kuota gratis gtu kan kasian mereka2 yg kena tipu hiks, kadang mereka tuh polos kan ya pishing ini perlu edukasi lebih deh ya biar banyak yg paham mana yang palsu dan aseli

    ReplyDelete
  9. Ingatanku paling lemah deh kalau disuruh menghafal password... Mending dicatat di buku gitu... Makasih ya sharing nya

    ReplyDelete
  10. Mba naqi mau tanya, klo aplikasi pihak ketiga selain aplikasi aplikasi penjadwal konten, ada aplikasi apa lagi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak, Mbaak. Seperti buat repost, nempel hashtag, edit foto

      Delete
    2. Dulu aku pernah pake aplikasi pihak ketiga tapi nggak terlalu rekomen baca reviewnya. Jadi mending posting manual deh. Apalagi aku kadang suka ceroboh gitu, beberapa kali malah emailku yang diretas :")

      Delete
  11. Ramadhan tahun lalu dua akun ig selama sebulan full dapat cobaan. Beruntung udah aktifkan 2 authentification factor juga. Jadinya meskipun sempat berubah emailnya, masih bisa direbut. The war of hacker ya.hehe

    ReplyDelete
  12. Pernah kejadian di dua media sosial saya, facebook dan twitterr yang dibajak orang tak bertanggung jawab. Akhirnya diperbaiki dengan autentifikasi 2 faktor dan merubah password yang kuat, plus sekarang agak rajin diperiksa via email jika ada notifikasi yang login ke medsos kita

    ReplyDelete
  13. Waduh, harus ganti password, nih. Secara paswordnya seragam, maksudnya sih, biar nggak lupa. Ternyata bahaya. Nggak pake autentifikasi 2 faktor pun. Kudu bikin, nih. Makasih akak artikelnya.

    ReplyDelete
  14. Mbak, izin aku share artikelnya yaa..

    Kemarin ada temen yang nanya ini itu banyak sekali soal perlindungan akun. Berkali-kali akun kena hack. Dududu

    ReplyDelete
  15. Ramadhan tahun lalu 2 ig kena hack. Beruntung autentifikasi 2 factor sudah aktif. Jadinya cuma ganti password aja. Aku inget banget sehari bisa ganti 5 kali

    ReplyDelete

Post a Comment